
TRIBUNNEWS.COM - Ulama Gus Miftah menjadi sorotan setelah dianggap mengintervensi agama penyanyi cilik, Farel Prayoga.
Tudingan ini bermula dari pertemuan Gus Miftah dengan Farel Prayoga dalam sebuah acara pengajian di Banyuwangi, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.
Saat itu, Gus Miftah bertanya sudah sejauh mana Farel Prayoga mengaji.
Ia kemudian menasihati Farel Prayoga agar tidak lupa mengaji meski kini sudah menjadi artis terkenal.
Namun, tak berselang lama, Gus Miftah mendapat informasi dari pihak panitia bahwa Farel Prayoga adalah seorang non-muslim.
Ia pun menanyakan agama apa yang dipeluk Farel Prayoga.
"Agamamu apa? Kristen atau Katolik?" tanya Gus Miftah, dilansir Tribunnews.com.
Tetapi, Farel Prayoga enggan menjawab karena beranggapan agama adalah ranah privasi.
Gus Miftah lalu menasihati Farel agar tetap taat beribadah sesuai keyakinannya.
Lantas, seperti apakah profil Gus Miftah?
Dikutip dari uinsatu.co.id, Gus Miftah memiliki nama lengkap KH Miftah Maulana Habiburrahman.
Keturunan ke-9 Kiai Ageng Hasan Besari, pendiri Pondok Pesantren Tegalsari di Ponorogo, Jawa Timur ini lahir di Lampung pada 5 Agustus 1981.
Ia menyelesaikan jenjang Madrasah Aliyah dengan meraih NEM tertinggi se-Provinsi Lampung.
Di tahun 1999, Gus Miftah memutuskan hijrah ke Yogyakarta.
Pada tahun yang sama, ia masuk sebagai mahasiswa baru program studi Kependidikan Islam Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga.
Perjalanan dakwah Gus Miftah berawal saat usianya masih 21.
Sekitar tahun 2000-an, ia sering salat Tahajud di sebuah musala sekitar Sarkem, sebuah area lokalisasi di Yogyakarta.
Kala itu, ada beberapa PSK yang menangis ketika mendengar Gus Miftah membaca Al-Qur'an.
Gus Miftah pun berinisiatif mendatangi kelab-kelab malam untuk memberi ceramah pada para pekerjanya.
Ia terinspirasi dari ulama kondang asal Kediri, Jawa Tengah, KH Hamim Tohari Djazuli atau akrab disapa Gus Miek.
Aksi Gus Miftah tersebut mendapat apresiasi dari berbagai ulama, khususnya dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU).
Salah satu tokoh NU yang mengapresiasi keberanian Gus Miftah berdakwah di kelab malam adalah Maulana Habib Luthfi bin Yahya asal Pekalongan dan almarhum KH Maimoen Zubair asal Sarang Rembang.
Pada 2011, ia kemudian mendirikan sebuah pondok pesantren yang diberi nama Ora Aji.
Dikutip dari TribunnewsWiki.com, Ora Aji memiliki makna tak berarti yang filosofinya tak ada seorang pun berarti di mata Allah, selain ketakwaannya.
Ponpes Ora Aji diketahui terletak di Dusun Tundan, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogjakarta (DIY).
Di ponpes itu, Gus Miftah menampung para santri yang sebagian di antaranya anak-anak jalanan, punk, dan mantan preman sebagai bagian dari rasa syukurnya.
Sosok Gus Miftah juga dekat dengan para artis, seperti Deddy Corbuzier dan Atta Halilintar.
Ia bahkan membimbing Deddy Corbuzier mengucapkan dua kalimat syahadat pada Juni 2019, silam.

0 komentar:
Posting Komentar